Biodata Danarto - Penulis dan Sastrawan Indonesia

Biodata Danarto - Penulis dan Sastrawan Indonesia

Biografi Danarto - Penulis dan Sastrawan Indonesia     muhamad nurdin fathurrohman   Wednesday, March 29, 2017  Sastrawan angkatan 1966-1970 Danarto adalah penulis dan sastrawan Indonesia. Karyanya yang terkenal di antaranya adalah kumpulan cerpen, Godlob. Kumpulan cerpennya yang lain, Adam Ma'rifat, memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982. Tahun 2009 Danarto menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.   Riwayat  Danarto lahir di Sragen, Jawa Tengah, pada 27 Juni 1941. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Djakio Hardjosoewarno, seorang buruh pabrik gula Modjo dan Siti Aminah, seorang pedagang eceran batik di pasar kabupaten. Danarto menikah dengan Siti Zainab Luxfiati, seorang psikolog.  Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar (SD), ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama (SMP). Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas (SMA) bagian Sastra di Solo. Pada tahun 1958--1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.  Selama kuliah di ASRI Yogyakarta, dia aktif dalam Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto Pr, dan ikut mendirikan Sanggar Bambu Jakarta. Tahun 1979-1985 bekerja di majalah Zaman, tahun 1976 mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Tahun 1983 menghadiri Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.  Ia pernah bergabung dengan Teater Sardono, yang melawat ke Eropa Barat dan Asia, 1974. Di samping berpameran Kanvas Kosong (1973) ia juga berpameran puisi konkret (19

Muhamad nurdin fathurrohman Wednesday, March 29, 2017 Sastrawan angkatan 1966-1970 Danarto adalah penulis dan sastrawan Indonesia. Karyanya yang terkenal di antaranya adalah kumpulan cerpen, Godlob. Kumpulan cerpennya yang lain, Adam Ma'rifat, memenangkan Hadiah Sastra 1982 Dewan Kesenian Jakarta, dan Hadiah Buku Utama 1982. Tahun 2009 Danarto menerima Ahmad Bakrie Award untuk bidang kesusasteraan.
Biodata Ajip Rosidi

Biodata Ajip Rosidi


Biografi Ajip Rosidi        Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastra dan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap, paripurna. Selain dikenal sebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosok yang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Sunda di dunia internasional. Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage itu juga dinilai sebagai sosok yang bisa melepaskan diri dari kecenderungan polarisasi dalam banyak hal. Salah satunya, polarisasi antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional  Pulang dari Jepang, setelah tinggal selama 22 tahun, Ajip Rosidi merasa gamang. Kegamangan itu dipicu oleh kekhawatiran adanya pengkultusan terhadap dirinya. Juga kegamangan akan nasib budaya tradisional yang terus terlindas oleh budaya global. “Saya merasa ngeri karena saya mendapat kesan bahwa saya hendak dikultuskan sehingga timbul pikiran menciptakan Ajip-Ajip baru. Saya ngeri karena saya khawatir hal itu menimbulkan rasa takabur”, katanya. Redaktur PN Balai Pustaka periode 1955-1956 ini dikenal sangat konsisten dalam mengembangkan kebudayaan daerah. Terbukti, Hadiah Sastra Rancage penghargaan untuk karya sastra Sunda, Jawa dan Bali masih rutin dikeluarkan setiap tahun sejak pertama kali diluncurkan tahun 1988.  Ajip juga dikenal sebagai juru bicara yang fasih menyampaikan tentang Indonesia kepada dunia luar. Hal ini ia buktikan ketika bulan April 1981 ia dipercaya mengajar

Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastra dan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap, paripurna. Selain dikenal sebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosok yang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Sunda di dunia internasional. Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage itu juga dinilai sebagai sosok yang bisa melepaskan diri dari kecenderungan polarisasi dalam banyak hal. Salah satunya, polarisasi antara kebudayaan modern dan kebudayaan tradisional
Biodata Ahmad Tohari

Biodata Ahmad Tohari

Biografi Ahmad Tohari     Ahmad Tohari adalah sastrawan yang terkenal dengan novel triloginya Ronggeng Dukuh Paruk yang ditulis pada 1981. Belum lama ini ia dianugerahi PWI Jateng Award 2012 dari PWI Jawa Tengah karena karya-karya sastranya yang dinilai mampu menggugah dunia. Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948, Ahmad Tohari menamatkan SMA nya di Purwokerto. Setelah itu ia menimba ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967 1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).  Trilogi novel yang fenomenal ini telah diterjemahkan ke 5 bahasa asing. Novel Ronggneg Dukuh Paruk menceritakan hari-hari seorang penari ronggeng, Srintil, yang harus hidup dalam kultur masyarakat pedesaan. Sebagai pewaris dari tradisi ronggeng di desanya, Srintil harus melepaskan keperawanannya pada laki-laki yang "terpilih,". Ya, sekilas di novel ini memang mengumbar adegan pornografi. Tapi sejatinya Ahmad Tohari hanya ingin memberikan kritik pada masyakatat yang teguh memegang tradisi. Padahal tradisi itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang setiap hari digelutinya. Tuduhan ini memang sangat beralasan. Figur Ahmad Tohari yang sehar L-hari dikenal sebagai seorang santri tulen, tiba-tiba menulis novel yang mengumbar pornografi tentu menimbulkan gejolak bagi kaum santri

Ahmad Tohari adalah sastrawan yang terkenal dengan novel triloginya Ronggeng Dukuh Paruk yang ditulis pada 1981. Belum lama ini ia dianugerahi PWI Jateng Award 2012 dari PWI Jawa Tengah karena karya-karya sastranya yang dinilai mampu menggugah dunia. Lahir di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948, Ahmad Tohari menamatkan SMA nya di Purwokerto. Setelah itu ia menimba ilmu di Fakultas Ilmu Kedokteran Ibnu Khaldun, Jakarta (1967 1970), Fakultas Ekonomi Universitas Sudirman, Purwokerto (1974-1975), dan Fakultas Sosial Politik Universitas Sudirman (1975-1976).