Biografi Reisa Kartikasari

 Biografi Reisa Kartikasari   Biodata   Nama Lahir: Reisa Kartikasari  Lahir: 28 Desember 1985 di Kota Malang, Jawa Timur  Pekerjaan: Dokter, Model, Host/Presenter  Tinggi: 173 cm  Warna rambut: Coklat Tua  Warna mata: Hitam  Gelar: Puteri Indonesia Lingkungan 2010  Kompetisi: Puteri Indonesia 2010, Miss International 2011  Pasangan: Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro  Anak: RR.Ramania Putri Broto Asmoro  Instagram: @reisabrotoasmoro. (fa)  Biografi   Reisa adalah seorang dokter sekaligus seorang model di mana ia menempuh pendidikan kedokterannya di Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia. Ia memulai karier di dunia hiburan sejak masih dibangku sma. Pernah mengikuti ajang pemilihan gadis sampul, masuk menjadi salah satu model di Look Models Agency, serta membintangi beberapa iklan di Indonesia dan Asia. Setelah lulus dan bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, ia banyak berkecimpung di dunia forensikBahkan menjadi salah satu anggota DVI (Dissaster Victim Identification) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa bom terorisme di Jakarta. Tahun 2010 ia mengikuti kontes Puteri Indonesia, perwakilan dari provinsi D.I Yogyakarta. Dalam kontes nasional tersebut, ia meraih posisi juara kedua, yang memberikannya gelar purtri Indonesia lingkungan 2010. Ia juga mewakili Indonesia dalam kontes Miss International 2011

Biodata


Nama Lahir: Reisa Kartikasari

Lahir: 28 Desember 1985 di Kota Malang, Jawa Timur

Pekerjaan: Dokter, Model, Host/Presenter

Tinggi: 173 cm

Warna rambut: Coklat Tua

Warna mata: Hitam

Gelar: Puteri Indonesia Lingkungan 2010

Kompetisi: Puteri Indonesia 2010, Miss International 2011

Pasangan: Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro

Anak: RR.Ramania Putri Broto Asmoro

Instagram: @reisabrotoasmoro. (fa)


Biografi


Reisa adalah seorang dokter sekaligus seorang model di mana ia menempuh pendidikan kedokterannya di Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia. Ia memulai karier di dunia hiburan sejak masih dibangku sma. Pernah mengikuti ajang pemilihan gadis sampul, masuk menjadi salah satu model di Look Models Agency, serta membintangi beberapa iklan di Indonesia dan Asia. Setelah lulus dan bekerja di RS Polri Raden Said Soekanto Kramat Jati, ia banyak berkecimpung di dunia forensikBahkan menjadi salah satu anggota DVI (Dissaster Victim Identification) yang salah satunya terlibat dalam proses investigasi korban Sukhoi dan beberapa bom terorisme di Jakarta. Tahun 2010 ia mengikuti kontes Puteri Indonesia, perwakilan dari provinsi D.I Yogyakarta. Dalam kontes nasional tersebut, ia meraih posisi juara kedua, yang memberikannya gelar purtri Indonesia lingkungan 2010. Ia juga mewakili Indonesia dalam kontes Miss International 2011 yang berlangsung mulai tanggal 20 Oktober 2011 dan final pada tanggal 7 November 2011 di kota Cheng Du, China. Dalam ajang ini, Reisa mengusung isu tentang perdamaian dunia serta kebudayaan Indonesia. Dia juga mengusung tema tentang Pray For Japan, pasca kejadian Gempa Bumi & Tsunami Jepang, 11 Maret 2011 lalu.Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai Duta Energi Bersih. Saat ini Reisa menjadi host acara kesehatan terkemuka yaitu Dr. OZ Indonesia di Trans TV yang tayang setiap hari Senin sampai dengan Jumat pukul 07.00 WIB dan hari Sabtu & Minggu pukul 15.00 WIB. Di antarakesibukannya, dokter cantik ini masih terus berpraktik di Klinik Kecantikan JMB dibilangan Jakarta Selatan. Reisa juga kini aktif diberbagai kegiatan sosial, serta menjadi pembicara dalam seminar-seminar kesehatan nasional.

Pada 9 2012 November lalu, Raisa resmi menjadi istri Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro. Ia pun mendapat gelar kebangsawanan, Kanjeng Mas Ayu Tumenggung. Hampir dua bulan menikah, Raisa kembali lagi disibukkan oleh pentas hiburan. "Yang pasti saat ini lebih mengutamakan keluarga tapi pekerjaan tetap. Entertainment kalau pas ya dijalani," ungkap Raisa ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012). Saat ini, Raisa bersama sang suami, sedang sibuk merapikan rumah barunya. "Kami pindah ke rumah yang baru. situasinya masih dalam tahap penyesuaian. Masih dalam tahap merapi-rapikan rumah," sambung Raisa.

Pasangan baru biasanya perlu waktu untuk mencocokkan kebiasaan masing-masing. Meski masih dalam tahap adaptasi, Raisa mengaku tidak ada perbedaan yang terlalu mencolok antara dia dan suami. "Kami kan sama-sama orang Solo. Kebudayaan sama, orangtua juga dari Solo. Mamaku juga masih ngomong pakai bahasa jawa, adat istiadat masih sama. Jadi enggak ada perbedaan, biasa saja," urai Raisa.

Inilah yang membuat Raisa nyaman menjalani perannya sebagai istri. Ia juga berusaha menjadi istri yang baik, termasuk memberi perhatian dalam memilih menu makanan. "Biasanya tidur sendiri, ngacak-ngacak tempat tidur, kalau sekarang ada orang. Pergi kemana-mana mesti bilang, ijin. Makan pagi, siang sekarang dipikirkan mau makan apa ya. Sekalian mohon do'anya, Insya Allah pengen punya momongan," tutup Raisa.(

0 Comments

Post a Comment