Asal Ilmunya diyakini merupakan ilmu waliyulloh, yang berasal dari salah seorang Walisongo yaitu Syech Syarief Hidayatullah atau lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati. Beliau belajar ilmu pernafasan suci/murni (pada awalnya / diperiode ini tanpa bacaan maupun amalan ritual tertentu) dari uwanya Prabu Kian Santang atau Pangeran Cakrabuana putra dari Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran) yang setelah masuk Islam bergelar Sunan Rakhmat Suci Godog Garut. Sunan Gunung Jati adalah putra dari Nyi Mas Rara Santang adik dari Kian Santang hasil pernikahannya dengan Sultan Abdullah, salah seorang kholifah dari negeri Mesir. Prabu Kian Santang sendiri belajar ilmu pernafasan murni dari guru beliau bernama Syech Datul Kahfi, kemudian menggabungkannya dengan ilmu silat yang beliau miliki dan terciptalah jurus-jurus yang ada seperti sekarang. Pada awalnya ilmu ini diajarkan kepada para Walisongo dalam rangka penyebaran agama Islam . Dengan ilmu ini para Walisongo menghadapi ilmu sihir dan kekuatan-kekuatan bathil. Sehingga banyak para raja dan para pemuka agama lain secara sukarela menyatakan diri memeluk agama Islam, kemudian diikuti oleh rakyatnya yang berbondong-bondong masuk Islam pula.
PERKEMBANGANNYA
Dikarenakan penyebarannya dilakukan secara rahasia dan tidak mudah, maka keberadaan ilmu tidak diketahui lagi sejak jaman Walisongo. Baru dikemudian hari diketahui lagi melalui Mama Anda dari Cicalengka Jawa Barat. Mama Anda kemudian mengangkat murid antara lain Bung Karno (Presiden Pertama RI) dan pak Dan Suwaryana (versi lain : pak Dan Suwaryono) (alm) seorang wartawan sebuah surat kabar mingguan merangkap dosen di akademi seni rupa indonesia (ASRI). Dari pak Dan inilah yang cikal bakal perguruan2 yang cukup terkenal pada saat ini (karena pada pengajaran tersebut keilmuan ini belum diberi wadah / perguruan hanya pengajaran silat kampung selain pengajian di masjid). seperti perguruan: Prana Shakti (Drs. Aspanudin Panjaitan tahun 1975), Prana Shakti Jayakarta (Ir. H.Andi Lala Baso, Bapak Sam Sumanta dan Bapak Mukhtar Effendi tahun 1989), Sinar Putih (Drs.H. Mudoffar Ash Shidieq tahun 1980), Satria Nusantara(pendirinya sekitar 15 orang tapi yang terkenal adalah Drs. Maryanto), Al Baroqah, Indonesia Perkasa, Al Ikhlas, Senam Nafas Indonesia, Cahaya Suci, dan lain-lain. Pada perkembangan inilah beberapa murid dari murid2 beliau yang beriktihaj menggabungkan ilmu pernafasan murni ini dengan dzikir (beberapa disini berarti tidak semua yaitu ada juga yang masih murni ilmu pernafasan, dan penyebarannyapun masih dari mulut ke mulut).
APA DAN MENGAPA PERGURUAN PRANA SHAKTI
Merupakan perguruan / organisasi pertama yang didirikan dari keilmuan yang diajarkan pak Dan (tahun 1975) walaupun beliau bukanlah murid yang diajarkan langsung oleh pak Dan. Sehingga (mungkin) membangkitkan salah satu murid yang langsung di ajar pak Dan juga membuka perguruan untuk melestarikan dan mengembangkan keilmuan yang sebelum akhir hayatnya pak Dan telah diberikan kunci2 pembuka dan pengembanan ilmu ini. Hingga terbukalah bahwa ilmu 'Payung Rasul' (yang bersifat semi defend-aktif) bukanlah ilmu tertinggi ilmu ini akan tetapi merupakan Jurus Awal Keilmuan menuju Ilmu-ilmu selanjutnya (yang bersifat aktif - dapat menyerang tanpa lawan harus emosi).
Drs. Aspanudin Panjaitan adalah murid dari salah satu ke 12 (atau 8) murid pak Dan -- jadi BUKAN murid langsung sehingga belum begitu memahami sepenuhnya akan ilmu ini. Mengapa saya katakan demikian ? :
Sebenarnya Prana Shakti berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti 'prana'=nafas dan 'shakti'=bekerja jadi secara harfiahnya yaitu 'kerja nafas' mungkin karena kurang memahaminya (dengan berbaik sangka) maka beliau berikhtihaj menambahkan ilmu ini dengan dzikir kalimah thoyibah 'Laa Illaha Ilallah' dalam setiap gerak jurusnya yaitu ketika beliau masih dalam pergerakan perjuangan kepemudaan guna kemerdekaan Indonesia (tapi jadi nggak asli lagi loh ^_^).
Merupakan salah satu perguruan yang banyak sekali pecahannya (karena menurut salah satu sumber : bila seorang murid telah menguasai ilmu 'Payung Rosul' yang merupakan ilmu tertinggi perguruan ini maka murid tersebut boleh dapat mendirikan perguruan baru tapi harus mengakui bahwa ilmunya berasal dari perguruan prana shakti)
Lebih menonjolkan pertahanan jarak jauh (pengolahan aura tubuh) dan arti filosofis sehingga kegunaan aplikasi dari gerakan2 jurusnya yang sebenarnya dapat juga dipakai dalam beladiri praktis tidak tergali dengan baik. Dan ini menimbulkan efek domino pada perguruan pecahannya seperti Satria Nusantara, Cahaya Suci dll.
0 Comments
Post a Comment