Sejarah Masjid Ar-Rahma Masjid Pertama di Kota Kiev –Ukraina

Para pecinta sepakbola mengenal kota Kiev, Republik Ukraina sebagai markasnya club Sepakbola Dynamo Kiev dengan Olimpiysky National Sports Complex (NSC Olimpiysky)-nya yang  segera akan menjadi pusat perhatian dunia di tanggal 1 Juli nanti. NSC Olimpiysky, Kiev, Ukraina, akan menggelar hajatan besar sebagai tuan rumah penutupan Piala Eropa 2012 (UEFA Euro 2012) tanggal 1 Juli 2012 nanti.

Ukraina, salah satu negara pecahan bekas Uni Soviet di tepian laut Hitam, secara resmi memperoleh kemerdekaanya pada tanggal 24 Agustus 1991 seiring dengan keruntuhan Uni Soviet. Sebuah referandum dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 1990, dan kemerdekaan negara ini dari Uni Soviet di difinalisasi pada 26 Desember 1990. Republik Ukraina ber-ibukota di Kota Kiev.

Diperkirakan ada dua juta Muslim di Ukraina meski sumber lain menyebut angka hanya 500 ribu. Sebagian besar dari mereka merupakan muslim Tatar Kremia. di Ukraina saat ini tercatat ada 487 komunitas muslim, 368 diantaranya berada di semenanjung Kremia. Di Kota Kiev sendiri ada sekitar 50 ribu warga muslim termasuk dari mereka merupakan warga yang berasal dari luar negara.

Setelah penantian begitu lama muslim kota Kiev ahirnya memiliki sebuah masjid besar, sekaligus menjadi masjid pertama yang di bangun di ibukota negara Ukraina itu. Gagasan dan keinginan untuk membangun masjid di ibukota negara itu sudah mencuat sejak tahun 1897 namun dikarenakan berbagai kendala baru terealisasi di tahun 2000.

Majid pertama di kota Kiev dan terbesar serta terlengkap di Ukraina itu diberi nama Ar-Rahma atau Ar-Rahmah, atau dalam aksara setempat ditulis Мечеть Ар-Рахма, dibangun dari dana swadaya muslim Ukraina sejak tahun 1996 dan diresmikan penggunaannya untuk umum bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Ukraina ke 20 pada tanggal 3 Desember 2000. Ar-Rahma yang menjadi nama masjid ini diambil dari kosa kata bahasa Arab “Ar-Rahmah”, bila di Indonesia-kan bermakna “Kasih Sayang.

Paska keruntuhan Uni Soviet, minoritas muslim di Ukraina berusaha menunjukkan jati diri mereka untuk dapat terwakili dengan baik di dalam tatanan baru maysarakat republik Ukraina merdeka yang baru terbentuk. Berbagai komunitas dan organisasi berbasis Islam pun mulai berdiri. Di tahun 1992 dibentuklah Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) di ibukota negara, Kiev. Dan tahun 1994 diselenggarakan kongres DUMA pertama yang menghasilkan susunan pengurus DUMA.

Tamin Achmed Mohammed Mutach terpilih sebagai presiden DUMA pertama. Tamim  Ahmed, adalah muslim Tatar kelahiran Lebanon tahun 1956. Mengenyam pendidikan teologi Islam di Fakultas Teologi Universitas Arab di Beirut hingga memperoleh gelar sarjana di Universitas tersebut. Beliau juga adalah seorang penulis beberapa buku tentang Islam di tahun 1994.

Seluruh muslim Ukraina dari beragam etnis, kelompok dan klan di ajak untuk bergabung bersama dalam organisasi tersebut. DUMA telah memiliki setidaknya 10 kantor pewakilan di berbagai wilayah Ukraina, kantor pusatnya berada di Kiev secara berkala menerbitkan Surat Kabar berbahasa Rusia dengan nama Daily Minaret serta mengelola sebuah Institut Agama Islam. DUMA yang kemudian memotori pembangunan Masjid Ar-Rahma di kota Kiev.

Rencana pembangunan masjid ini sudah digulirkan pertama kali sejak awal tahun 1897, sebenarnya muslim di kota Kiev sudah dapat membangun masjid di 5 Peace Street, di Gedung Kalinovich, Podil.  Fakta tersebut mengemuka di dalam buku berjudul "The whole Kyiv" terbitan tahun 1909. Kala itu sudah direncanakan membangun masjid dengan daya tampung 800 jemaah.

Merujuk kepada koran "Kyiv idea" terbit di kota Kiev pada tanggal 30 Oktober 1913, rencananya pembangunan masjid akan diselenggarakan di jalan Gogol’s House no 29. Namun rencana besar pembangunan masjid tersebut batal akibat berkobarnya perang dunia pertama dan revolusi Oktober 1917.

Upaya pembangunan masjid mengemuka lagi di tahun 1991. Momen akbar bagi muslim Ukraina untuk mendirikan masjid pertama di Ibukota negara ahirnya terwujud dengan upaya dari Badan Urusan Agama Islam Ukraina (DUMA) yang menghibahkan lahannya untuk pembangunan masjid. Izin pembangunan masjid dari otoritas kota Kiev keluar pada tanggal 5 Februari 1996. Sebelum itu umat Islam Ukraina telah memiliki beberapa bangunan, seperti apartemen, perpustakaan, dan kompleks olahraga.

Pembangunan Masjid Ar-Rahma ini cukup menarik, mengingat begitu banyak duta besar dan perwakilan negara sahabat yang turut serta dalam upacara peletakan batu pertama, proses pembangunan nya hingga peresmian masjid ini. Diantaranya yang cukup unik adalah Duta Besar Irak yang mengunjungi proyek pembangunan masjid ini, tak sekedar berkunjung tapi ikut memanjat ke atas tembok masjid yang sedang dibangun untuk turut serta memasang bata di lokasi tersebut. 

Referensi


https://bujangmasjid.blogspot.com/2012/06/masjid-ar-rahma-masjid-pertama-di-kota.html


Related Posts

0 Comments

Post a Comment