Biodata Joey Jordison


                      

Biodata


Nama lahir : Nathan Jonas Jordison

Nama lain : #1, Superball, Kabuki

Genre :Nu metal

Horror punk

Glam rock

Extreme metal

Instrumen : Drums, Guitar, Bass Guitar, Vocals

Tahun aktif : 1995-Present

Perusahaan : Rekaman Roadrunner

Biografi


[Uncluster/Profile]—Bagi penggemar nu-metal dan horror-punk tentu tidak asing lagi dengan pemilik nama lengkap Nathan Jonas Jordison ini. Ya, pria berusia 34 tahun ini memang lebih dikenal sebagai drummer band heavy-metal terkenal -salah satunya karena tampilan mereka yang bertopeng-, Slipknot. Selain drum, Joey Jordison juga piawai memainkan gitar. Dan kebisaannya ini ia salurkan dalam bandhorror-punk bentukannya, Murderdolls. Belakangan Jordison juga dipercaya sebagai produser dan dikenal handal menciptakan lagu.

Kecintaan Jordison pada musik diawali dengan menekuni alat musik gitar dan drum. Di usia delapan tahun, dimana sebelumnya ia lebih sering bermain gitar, orangtuanya menghadiahi Jordison satu set drum. Dari sinilah ia mulai familiar dengan alat musik ini. Dalam pergaulan di sekolah dia terbilang sosok yang tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan musik. Meskipun sudah mulai membentuk band ketika SD, Jordison baru benar-benar menjalankan sebuah band dengan serius di usia 15 tahun dengan membentuk Modifidious, dimana ia bermain drum. Band speed-metal thrash ini cukup membuat Jordison dikenal karena sering diminta untuk bermain di band-band lokal seperti Atomic Opera dan Heads On The Wall. Bandnya ini kemudian sempat merilis dua demo Visceral dan Mud Fuchia di tahun 1993. Hingga akhirnya bubar di tahun 1995 karena mulai berkurangnya minat masyarakat terhadap thrash metaldan death metal di Amerika saat itu. Selepas dari Modifidious, Jordison kemudian sempat bergabung dalam beberapa band, salah satunya The Rejects (dimana ia bermain sebagai gitaris).

Di bulan September 1995, seseorang bernama Paul Gray mendekati Jordison untuk menawari dia sebuah project bernama The Pale Ones. Ia kemudian sempat mengikuti sesi latihan band ini di basementrumah Anders Colsefini dan langsung tertarik untuk bergabung. Saat menjadi bagian dari The Pale Ones ia masih relatif muda, 20 tahun. Namun ia sangat berperan dalam band yang kelak menjadi cikal bakal terbentuknya Slipknot ini. Dalam perkembangannya, ia termasuk orang yang berkontribusi besar di Slipknot di antaranya dengan menulis lagu, me-mixing, hingga terlibat proses produksi.

Seiring berjalannya waktu, masing-masing personil Slipknot kemudian memiliki side-project. Tak terkecuali Jordison yang kemudian membentuk Murderdolls. Berawal dari pertemuannya dengan Tripp Eisen (ex-Static-X) saat mengikuti Ozzfest di tahun 2001 dan di sela-sela kesibukan tur promo untuk album Slipknot kala itu, Iowa. Mereka berdua kemudian mendiskusikan tentang sebuahside-project. Dan dalam waktu singkat, tepatnya di tahun 2002 Jordison mencoba membangkitkan kembali band terdahulunya The Rejects, tapi dengan nama Murderdolls. Di sini ia menjadi gitaris, dan kemudian menghubungi Wednesday 13 (Frankenstein Drag Queens From Planet 13) untuk bermain bass, tapi kemudian dijadikan vokalis, sementara Ben Graves, Eric Griffin, dan Acey Slade melengkapi formasi band ini kemudian.

Murderdolls kemudian menandatangani kontrak dengan Roadrunner Records dan merilis EP berjudul Right to Remain Violent. Dan segera disusul oleh full album mereka di bulan Agustus 2002 berjudul Beyond the Valley of the Murderdolls. Mereka menjadikan film Friday the 13th dan Night of the Living Dead sebagai inspirasi dalam membuat lirik.

Di bulan Agustus 2004 Jordison berpartisipasi dalam Roadrunner United, sebuah album yang dirilis dalam rangka perayaan label-nya, Roadrunner Records yang ke-25, dan ia menjadi salah satu pemimpin dalam proyek album ini. Di sini Jordison tak hanya menulis lagu tapi juga memproduserinya. Ia bahkan mengisi drum untuk enam lagu dan bass gitar untuk tiga lagu. Baginya ini adalah peluang untuk bisa bekerjasama dengan musisi-musisi yang sangat dia hormati selama ini.

Selama karirnya di dunia musik, Jordison memang dikenal banyak sekali membantu musisi lain. Sebut saja Metallica, Korn, Ministry, Satyricon, OTEP, System of a Down, Marilyn Manson, hingga 3 Inches of Blood. Ia juga bekerjasama dengan Marilyn Manson di tahun 2001, tepatnya untuk lagu “The Fight Song”, selain itu ia juga muncul dalam video klip “Tainted Love”. Manson belakangan baru mengungkapkan bahwa Jordison membantunya dalam penggarapan album The Golden Age of Grotesque, dimana ia berperan sebagai gitaris. Di tahun 2004, Jordison muncul juga di album milik OTEP berjudul House of Secrets, dan di sini ia bermain drum untuk enam track.

Tak hanya dalam pengerjaan album, ia juga selalu membantu musisi lain yang ingin tampil live. Misalnya saja di tahun 2004, saat Lars Ulrich (drummer Metallica) harus masuk rumah sakit karena suatu penyakit, Jordison menggantikannya untuk tampil di Download Festival. Dalam penampilannya itu, Jordison bermain 10-12 lagu dan saat itu Metallica menganggapnya sebagai “hero of the day”. Sementara di tahun 2006, Jordison sempat berpartisipasi dalam tur Ministry yang bertajuk “MasterBaTour 2006″ di kawasan Amerika Serikat dan Canada. Dia juga masuk dalam video klip band ini untuk lagu “Lies Lies Lies”. Tur berikutnya yang ia ikuti adalah tur Korn di tahun 2007, karena sang drummer David Silveria memutuskan beristirahat dari band ini. Dan sama seperti sebelumnya, ia juga muncul dalam video klip band yang dibantunya ini, dalam single Korn yang berjudul “Evolution”.

Di tahun 2007, 3 Inches of Blood bahkan meminta Jordison untuk memproduseri album mereka yang berjudul Fire Up the Blades. Tentu saja permintaan ini disambutnya dengan senang hati mengingat ini adalah salah satu band yang dia suka. Puas dengan hasil kerjanya, jadi tak berlebihan ketika sang vokalis Jamie Hopper memuji Jordison sebagai seorang produser yang luar biasa. Sementara baru-baru ini, tepatnya di tahun 2008 Jordison kembali berpartisipasi di lagu “Drunk With Power” yang terdapat dalam album Puscifer berjudul “V” is for Viagra: The Remixes. Dan di bulan Agustus 2008 lalu musisi yang juda dikenal dengan sebutan #1 atau Superball ini sempat mengalami cedera saat manggung dengan Slipknot. Saat itu pergelangan kakinya patah dan membuat band ini harus menunda sejumlah show mereka di Inggris.

Referensi

http://bayualfarizi33.blogspot.com/2013/08/biografi-joey-jordison-drummer-slipknot.html


Related Posts

  • Biodata Guns N' RosesGuns N’ Roses adalah band Hardrock papan atas asal Amerika Serikat yang terbentuk pada tahun 1984 dan diresmikan pada ta… Read More
  • Biodata Maia EstiantyBiodataNama Lengkap : Maia EstiantyNama Panggilan : Maia, Bunda MaiaNama Terkenal : Maia EstiantyTempat, Tanggal Lahir :… Read More
  • Biodata TwiceTwice adalah Girlband asal Korea Selatan yang saat ini sedang naik daun dan meraih kesuksesan yang luar biasa. Twice ber… Read More
  • Biodata Ikke Nurjanah                        Biodata Nama Lengkap : Ikke Hartini … Read More
  • Biodata Ismail MarzukiIsmail Marzuki adalah seorang komponis besar Indonesia yang semasa hidupnya sudah menciptakan lebih dari 200 buah lagu. … Read More

0 Comments

Post a Comment