
Setya Novanto sukses menduduki kursi wakil rakyat selam tiga periode berturut-turut. Setya Novanto juga seorang pengusaha sukses yang memiliki banyak perusahaan di Batam serta Jakarta. Dan siapa sangka keberhasilan itu berawal dari garis kemiskinan orang tuanya yang bercerai semenjak dia duduk di bangku Sekolah Dasar.
Bapak murah senyum yang akrab disapa Setya ini memulai perjalanan hidupnya sebagai pengusaha kecil-kecilan ketika dia duduk di bangku kuliah serta hidup terpisah dengan kedua orang tua serta saudaranya. Ia memulai bisnisnya dengan berjualan beras serta madu di Surabaya. Ketika itu, Novanto berusaha untuk menjaga kelangsungan hidup di kota orang agar dapat terus kuliah serta menjadi orang berhasil sebagaimana yang dia citakan.
Bukan hanya itu saja, Ia juga bekerja sebagai sales di sebuah dealer penjualan mobil di tengah kesibukan kuliahnya. Kepintaran dan kepiawaiannya dalam memasarkan produk menjadikan empunya dealer mempercayainya sebagai Kepala Penjualan Mobil di seluruh wilayah Indonesia Timur.
Saat kembali ke Jakarta, Setya Novanto yang sudah meraih gelar sarjana muda melanjutkan pendidikannya di Universitas Trisakti. Tapi, modal yang dia dapatkan ketika bekerja di dealer mobil habis digunakan untuk membayar biaya pendaftaran kuliah. Setya Novanto pun memutar otak untuk menjalankan bisnis kembali dengan membuka kios fotokopi di dekat kampus.
Dari sinilah bakat bisnis lelaki kelahiran 12 November 1954 dibermula. Melalui kejujuran serta kerja keras serta keuletannya, Setya Novanto mulai mengembangkan bisnis yang dimulai dengan perkenalannya pada ayah dari salah seorang teman. Setya Novanto diminta untuk mengembangkan bisnis SPBU di daerah Cikokol, Tangerang yang selanjutnya sukses dia kembangkan serta berhasil.
Dan tidak berapa lama selanjutnya, bersama teman-temannya dia mulai mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Keberhasilan demi keberhasilan akhirnya Setya Novanto raih. Setya Novanto tidak hanya mengelola perusahaan peternakan, namun juga mulai mengembangkan bisnis lain yang sukses dia dapatkan dari hasil negosiasi. Tidak lama berselang dia mulai membangun perusahan yang bergerak di bidang transportasi serta perdagangan.
Rupanya keberhasilan demi keberhasilan sukses dia raih melalui kegigihan serta tekadnya untuk menjadi orang sukses da berhasil. Hingga sekarang, banyak perusahaan yang sukses dia bangun serta kembangkan. Tentunya dengan berbagai jatuh bangun, dia lebih memilih untuk bangun serta memulai kembali.
Selepas sukses menjadi pengusaha berhasil menjadikan ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Setya Novanto akhirnya dunia politik yang dia pilih. Bermula dengan menjadikan buku tentang eks presiden Soeharto ketika itu, dia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul "Manajemen Soeharto". Tapi, buku tersebut dilarang beredar setelah bentrokan Mei 1997.
Tertarik dengan dunia politik, Setya Novanto mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro serta PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekarang, Setya Novanto tidak hanya menjadi pengusaha berhasil, karena kiprahnya di dunia politik pun makin teruji saat dia berturut-turut menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode.
Dimasa masa ini Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat. Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur. PT Aninda dimiliki oleh Hayono Isman, teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta. Pertemanan dengan Hayono Isman inilah yang menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik. Kembali ke Jakarta pada tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti. Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana. Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono. Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa. Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang. Dalam wawancaranya dengan Majalah SWA ditahun 1999 Setya mengaku.
Tepat saat akan memulai pemungutan suara tahap 2 yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Akom menyatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar yang baru. Munaslub akhirnya mengesahkan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2016-2019. Idrus Marham kembali ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat oleh Robert Kardinal. Nurdin Halid yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Munaslub ditunjuk sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Penunjukan ketiganya dilakukan dalam rapat di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016). Setya Novanto pun akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi DPR. "Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah. Kami akan mendukung program pemerintah," kata Novanto usai terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (17/5). Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memutuskan partai berlambang pohon beringin itu keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan/menganulir hasil Munas 2014.
Selepas sukses menjadi pengusaha berhasil menjadikan ayah dari empat anak ini ingin mencoba terjun pada dunia lain. Setya Novanto akhirnya dunia politik yang dia pilih. Bermula dengan menjadikan buku tentang eks presiden Soeharto ketika itu, dia bersama teman-temannya menerbitkan buku berjudul "Manajemen Soeharto". Tapi, buku tersebut dilarang beredar setelah bentrokan Mei 1997.
Tertarik dengan dunia politik, Setya Novanto mulai bergabung dengan Organisasi Bahumas Kosgoro serta PPK Kosgoro 1957, menjadi anggota Partai Golkar, aktif di kepengurusan KONI serta organisasi kemasyarakatan lainnya. Sekarang, Setya Novanto tidak hanya menjadi pengusaha berhasil, karena kiprahnya di dunia politik pun makin teruji saat dia berturut-turut menjadi anggota DPR-RI selama tiga periode.
Dimasa masa ini Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat. Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur. PT Aninda dimiliki oleh Hayono Isman, teman sekelas Setya di SMA Negeri 9 Jakarta. Pertemanan dengan Hayono Isman inilah yang menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik. Kembali ke Jakarta pada tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti. Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana. Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono. Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa. Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang. Dalam wawancaranya dengan Majalah SWA ditahun 1999 Setya mengaku.
Tepat saat akan memulai pemungutan suara tahap 2 yang hanya diikuti 2 caketum pemeroleh suara minimal 30%, Akom menyatakan tidak akan melanjutkan pemilihan dan mendukung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar yang baru. Munaslub akhirnya mengesahkan Setya Novanto secara resmi sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar 2016-2019. Idrus Marham kembali ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar. Sementara posisi Bendahara Umum dijabat oleh Robert Kardinal. Nurdin Halid yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Munaslub ditunjuk sebagai Ketua Harian Partai Golkar. Penunjukan ketiganya dilakukan dalam rapat di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (17/5/2016). Setya Novanto pun akan mengundurkan diri dari Ketua Fraksi DPR. "Golkar akan bekerja sama dengan pemerintah. Kami akan mendukung program pemerintah," kata Novanto usai terpilih dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (17/5). Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memutuskan partai berlambang pohon beringin itu keluar dari Koalisi Merah Putih sehingga membatalkan/menganulir hasil Munas 2014.
0 Comments
Post a Comment