Sejarah Musik Pop Punk




Banyak dari kita mengetahui genre musik, salah satunya punk. semua orang pasti kenal genre musik ini. genre ini merupakan subbudaya yang lahir di Inggris, London. Dan di Amerika pada tahun 80an. dan itu sedikit sejarah dari lahirnya aliran musik punk.

masuk kepada bagian yang mengatakan sebagian orang itu pop punk. maksud dari poppunk itu sendiri dalam wikipedia adalah gabungan antara punk rock dan pop music. Allmusic.com menggambarkan sebagai untaian rock alternatif yang biasanya menggabungkan melodi poppunk dengan tempo cepat, perubahan chord dan gitar yang keras. pada jaman sekarang poppunk itu “a radio friendly sheen to their music, but still maintaining much of the speed and attitude of classic punk rock” (allmusic.com).

Memang pada awalnya panggilan poppunk itu muncul pada di Amerika pada tahun 77 di “New York Times”. pada pertengahan tahun 90an california punkrock seperti green day dan the offspring dan kemudian muncul pula blink182, dan semua band itu mendapatkan apresiasi di seluruh dunia, dan tidak lepas pula dengan komersialnya mereka.

Dalam peta Pop Punk di indonesia, tanah air kita punya sejarah yang lumayan unik. lawatan Green Day di tahun 1996 menyiksakan gelombang masif dari banyak band Punk Rock dan Pop Punk. di sudut kota-kota besar dan kota-kota kecil punya scene Punk dan Pop Punknya sendiri, bahkan jauh sebelum Green Day tandang ke bumi pertiwi, The Stupid, Keparat, Runtah, Atret, Black Boots, Marjinal, Sendal Jepit, Anti Septik adalah sebagian kecil dari gelombang Punk awal di Indonesia. Gelombang kedua melahirkan varian-varian baru dalam ekspresi musikal Punk di Indonesia, dimana sebagian beralih ke ranah lebih keras, menjadi Hardcore Punk, beberapa masuk ke ranah Alternative, menyisakan sedikit bibit varian baru yang menjadi melodius yang somehow menjadi embrio super spesifik dari munculnya term Pop Punk lewat Rocket Rockers, No Label, Speak Up, Buck Skin Buggle sampai Nudist Island. band-band ini yang kemudian menginfluence aksi-aksi yang di sebut Pop Punk seperti A Day to Remember, Pee Wee Gaskins sampai Last Child dan masih banyak lagi


Gaya hidup dan Ideologi


Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Baca Juga Si Sexy Dinar Candy


Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata “ideas” dan “logos” yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek “jor-joran” yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.


Punk dan Anarkisme


Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara. Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.

Referensi

http://poppunkindonesia.blogspot.com/

http://metalblogku.blogspot.com/2012/01/sejarah-musik-punk.html


0 Comments

Post a Comment